Tose; Soal Aset Jangan Asal Bicara

0 42
Spread the love

Lubuklinggau – Srd.net

Ketua Aliansi Pemuda Pengawal Pembangunan Lubuklinggau (AP3L) tantang pihak yang bicara ada aset kota Lubuklinggau yang terbengkalai, untuk segera menunjukkan data dan fakta “jangan asal bicara seperti anak-anak”. Kamis 27/11/2018.

 

Persoalan aset yang belum dihibahkan dan menjadi pro dan kontra baik masyarakat Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau adalah sesuatu yang wajar. Aset adalah milik pemerintah, di bangun oleh uang negara, uang rakyat. Wajar jika aset Pemda Mura yang berada di Kota Lubuklinggau menjadi perbincangan hangat.

 

Diungkapkan Ahmad Tarnusi (tose), Kota Lubuklinggau adalah bagian dari pemerintah, bagian dari satu kesatuan Silampari. Lubuklinggau sejak tahun 2001 menjadi daerah otonom. 17 tahun menunggu kejelasan tentang keberadaan aset Pemda Mura yang belum juga di hibahkan membuat OKP mendesak Pemda Mura untuk segera menghibahkannya.

 

“Pemda Mura saat ini telah memiliki gedung perkantoran di Kabupaten Musi Rawas. Sudah 17 tahun kota menunggu wajar jika warga Kota Lubuklinggau menuntut hak-haknya”, ungkapnya.

 

Masih banyak gedung dan tanah yang belum diserahkan dan seharusnya di serahkan Pemkab Musi Rawas ke Pemkot dan rakyat kota Lubuklinggau. Permintaan ini wajar karena Kota Lubuklinggau tidak memiliki sumber daya alam (SDA) dan industri besar dapat menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD), katanya.

 

Pemkot Lubuklinggau tidak memiliki anggaran besar dalam hal pembangunan, wajar jika masyarakat mendesak Bupati Mura untuk segerah menyerahkan aset-aset tersebut, imbaun Tose.

 

“Lambatnya penyelesaian aset terkesan Bupati Mura sengaja menghambat pembangunan yang ada di kota Lubuklinggau”, tegasnya.

 

Saya selaku ketua Aliansi pemuda pengawal pembangunan lubuklinggau (AP3L) sangat menyayangkan sikap Bupati Musi Rawas dan akan terus mendesak Bupati musirawas agar segera menyerahkan aset-aset tersebut.

 

“Jika semua ini tidak di indahkan maka Bupati Musi Rawas saya anggap telah melakukan tindakan yang tidak kooperatif, maka dengan berat hati kami akan melakukan penyegelan dan melaporkan ke pada KPK, karena terindikasi ada kerugian negara di balik semua ini”, tegasnya kembali.

 

Tambah Tose, bagi yang merasa keberatan dengan apa yang AP3L tuntut dan lakukan adalah hal yang wajar, sebaiknya mereka juga memaklumi jika kami sangat keras ingin memiliki hak tersebut karena kami anggap ini adalah semata mata demi kepentingan seluruh masyarakat kota Lubuklinggau.

 

“Kami anggap ini menjadi hak kami selaku masyarakat Lubuklinggau sepenuh menuntut untuk segera di hibahkan. Hanya saja tindakan yang tidak kooperatif seorang Bupati hingga saat ini blm tuntas, atau Bupati nya tidak faham dan pura-pura tidak mengerti”, sindirnya. (Camiel)

Bagikan :
Kategori: Uncategorized
author
Media independent yang menyajikan berita-berita terkini melalui media online yang sesuai fakta dan berintegritas. Berita - berita unggulan untuk menjadi konsumsi masyarakat Indonesia .
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tose; Soal Aset Jangan Asal Bicara"