Tak Menghargai Pemerintah, Warga Ancam Aksi Besar – Besaran

Spread the love

Muratara, SRD – 

Meskipun Perwakilan dari Pemerintahan Kabupaten Musirawas Utara hadir dilokasi tak di gubris oleh Manager PT BSL bersama 4 anggota Brimob untuk membubarkan massa yang memortal jalan PT tersebut.

Dugaan bermula masyarakat desa pauh sekitar 30 orang melakukan aksi damai pemortalan jalan perusahaan sehingga pihak pemerintah baik Tata Pemrintahan (Tapem) dan Kesbangpol Muratara turun langsung untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, supaya tidak meluas dan berkembang. Sedangkan Wali menager PT. BSL datang bersama 4 orang anggota Brimob untuk membuka portal jalan tanpa ada musyawarah sehingga hampir terjadi bentrok, bahkan pihak pemerintah yang hadir terkesan diabaikan.

Pemerintah yang sempat hadir untuk membantu menyelesaikan permasalahan Konflik Lahan antara masyarakat desa pauh, Kecamatan Rawas Ilir terhadap PT BSL tersebut yakni Kabag Tapem, Firdaus Haris. S.Sos, Kaban Kesbangpol, Hj.Herawati. MM, Sekban kesbangpol, Samsudin S.Pd dan tokoh masyarakat rawas ilir Sopian manai S.Sos. Sedangkan aksi pemortalan jalan itu pimpinan aksi Aan Rihardi,dan Korlap Sudarsono.

Kabag Tapem, Firdaus Haris. S.Sos, mengatakan pemerintah daerah kabupaten Muratara yakni kabag Tapem dan kesbangpol sudah mengetahui dan langsung turun kelapangan namun di abaikan oleh pihak PT BSL oleh manager wali yg ada di lapangan.

“Kita sangat serius dan akan menindak lanjuti kejadian ini bahkan akan melaporkan kepada bupati, kami menyatakan menyesali tidak ada niat baik dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan masalah ini. Sedangkan masyarakat ingin diajak musyawarah,” jelasnya

Sedangkan Kaban Kesbangpol Hj. Herawati mengatakan mereka tetap harus membantu menyelesaikan permasalahan konflik lahan masyarakat dengan pihak perusahaan.

“Kita berharap masyarakat bisa menahan diri dan pihak perusahaan aktif sehingga segera terselesaikan dengan baik, tindakan yang dilakukan pihak perusahaan seharusnya diadakan duduk bersama dengan masyarakat sehingga menemukan titik solusinya, masyarakat sekarang mengancam akan demo kembali. Karena belum menemukan solusinya,” katanya.

Disisi lain Pemimpin aksi, Aan Rihadi meminta kepada pihak pemerintah untuk membuat aksi yang lebih besar lagi, hal tersebut dikarenakan upaya mereka untuk mendapatkan itikad baik dari PT BSL belum menemukan titik penyelesaian.

 

Putra Sihombing

Bagikan :
Kategori: Uncategorized
author
Media independent yang menyajikan berita-berita terkini melalui media online yang sesuai fakta dan berintegritas. Berita - berita unggulan untuk menjadi konsumsi masyarakat Indonesia .
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tak Menghargai Pemerintah, Warga Ancam Aksi Besar – Besaran"