Setelah Alexander dan Meftha Joni, Giliran Andrianto Berurusan Dengan Kejari

Juli 8, 2019
Spread the love

Musi Rawas – Setelah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kabupaten Musi Rawas Miftha Joni dan Sekretaris PMD, Alexander berurusan dengan Kejari Lubuklinggau, kini giliran Andrianto Adi Tama Kabid di Dinas DPMD yang dipanggil penyidik Kejari untuk dimintai keterangan terkait pungutan dua juta/Kades pada kegiatan Berkah. Senin (8/7).

Senin (1/7) lalu Miftha Jhoni diminnta keterangannya oleh penyidik. Menurut Miftha kedatangannya ke ruang kerja Kasi Pidana Khusus (Pidsus) hanya untuk “silaturahmi”.

“Tidak ada pungutan pada kegiatan PAPD-DBMPD. Nanti tanya sama Kades nya langsung atau ke Alexander selaku Sekretaris”, kata Miftha.

Setali tiga uang (tidak ada beda) dengan Kadis PMD, Alexander mengungkapkan hal yang sama. Setelah didesak pertanyaan, Alexander mengatakan,

“Saya ini hanya bawahan, langsung tanya saja pada Miftha Joni selaku Kadis terkait pungutan berkah tersebut”, tutup nya.

Sementara Andrianto AT belum dapat diminta tanggapannya terkait pemanggilan dirinya oleh penyidik. Menurut salah satu staf yang ada di Kejari, pemanggilan ASN dari DPMD Mura oleh penyidik sekira pukul 9 : 00 WIB masuk keruang Pidsus.

“Dia datang sekira pukul 9 pagi langsung menuju ke ruang Pidsus. Pukul 12 : 00 WIB tadi sempat keluar mungkin makan siang dan pukul 13 : 00 WIB kembali keruangan Pidsus”, tutupnya.

Baca “Seksinya DD” Miftha Jhoni dan Sekretaris Kunjungi Kejari

Baca ” “Seksinya” Mencicipi Dana Desa di Musi Rawas

Baca ” Dinas PMD Tawarkan Tiga Opsi “APBdes Bocor 1,4 Miliar”

Baca ” Kegiatan Dinas PMD Berbungkus Berkah Diduga Modus Gerogoti DD

Baca ” Dinas PMD Instruksikan Pungut 2 Juta Perdesa di Acara Berkah

Baca ” Bupati Mura Hendra Gunawan Buka Kegiatan PAPD-DBMPD 2019

Pemeriksaan terhadap Andrianto selaku Kabid di Dinas PMD di benarkan oleh penyidik Kejari Lubuklinggau.

“Dia (Kabid PMD) kita panggil untuk diminta keterangannya. Senin (1/7) lalu Kadis bersama Sekretarisnya, mungkin kedepan kita panggil beberapa orang Kades untuk diminta keterangan”, tutup penyidik. (TIM)

Bagikan :