“Program Gagal Tempoyak Bapeda Muratara” Tengah Disorot Kejari

Spread the love

Muratara – Kegiatan pengadaan Tempoyak Durian Badan perencanaan daerah (Bappeda) Kabupaten Musirawas Utara tahun 2018-2019 yang diduga “program gagal” berkas laporan tengah di sorot oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau.

Jika dikalkulasikan anggaran kegiatan Pengembangan Inkubator Teknologi, Penelitian Inovasi Daerah untuk program tempoyak kaleng sejak tahun 2018-2019 melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kurang lebih mencapai 1,5 Milyar. Diduga akibat program gagal, dana APBD Muratara terkuras akibat program yang tidak terencana secara matang.

Rabu, 26 Februari 2020, pihak Keari Lubuklinggau memanggil Kepala Bappeda Muratara, Erwin Syarif, guna mengkroscek laporan dari salah-satu LSM terkait adanya dugaan penyimpangan dari kegiatan tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Hj.Zuraida melalui Kasi Pidsus Iqbal membenarkan pemanggilan Kepala Bappeda Muratara, Erwin Syarif. “Dia penuhi panggilan Kejari, terkait program sudah dijelaskan secara detail”.

“Keterangan kepala Bappeda sudah kita kumpulkan, Dia mengatakan kegiatan tersebut tidak jalan atau silva,” ungkap Ikbal disalah-satu media online.

Didapat dari berbagai sumber informasi, bahwa kegiatan Pengembangan Inkubator Teknologi, Penelitian Inovasi Daerah pada tahun 2018 itu berjalan dan terlaksana. Namun menurut pejabat PPTK kegiatan tidak berjalan, “hanya menggunakan anggaran perjalanan dinas saja”. Dan begitu juga hal nya dengan anggaran tahun 2019 itu silva (kegiatan tidak berjalan sesuai rencana).

“Kegiatan Pengembangan Inkubator Teknologi, Penelitian Inovasi Daerah Bappeda Muratara tidak berjalan alias silva,” ujar PPTK.

Sementara data informasi dari sumber terpercaya menyatakan ditahun 2018 program berjalan anggaran telah digunakan. Begitupula dengan anggaran tahun 2019 telah sebagian digunakan dan sebagiannya silva.

Diketahui, Kegiatan Pengembangan Inkubator Teknologi, Penelitian Inovasi Daerah Bappeda Muratara pada tahun 2018 senilai lebih dari 287 Juta. Kemudian kegiatan di anggarkan kembali di tahun 2019 sebesar 937.400.000,00 juta. Sayangnya program inovasi Tempoyak Kaleng gagal dilaksanakan karena belum memenuhi syarat. (Camiel)

Bagikan :
Kategori: Kabar Daerah, Musi Rawas Utara
author
Media independent yang menyajikan berita-berita terkini melalui media online yang sesuai fakta dan berintegritas. Berita - berita unggulan untuk menjadi konsumsi masyarakat Indonesia .
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "“Program Gagal Tempoyak Bapeda Muratara” Tengah Disorot Kejari"