“Program Gagal” Diduga Anggaran Tempoyak Kuras APBD

0 107
Spread the love

Musirawas Utara – Badan perencanaan daerah (Bappeda) Kabupaten Musirawas Utara anggarkan kegiatan Pengembangan Inkubator Teknologi, Penelitian Inovasi Daerah pada tahun 2018 melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) senilai lebih dari 287 Juta. Kemudian kegiatan di anggarkan kembali di tahun 2019 sebesar 937.400.000,00 juta, namun “gagal dilaksanakan alias silva. Jumat (21/2).

Bappeda Muratara ditahun 2018 melalui APBD menganggarkan senilai lebih dari 287 Juta untuk Pengembangan Inkubator Teknologi, Penelitian Inovasi Daerah. Dalam pelaksanaan nya digunakan untuk kegiatan belanja pegawai, belanja barang dan jasa.

Berdasar data dihimpun pada tahun 2018, pelaksana kegiatan membawa buah durian yang telah di kupas dan fimasukkan kedalam toples (wadah kedap) ke Provinsi Jogja untuk dilakukan uji coba.

Tahun 2019 program berlanjut dan di anggarkan kembali senilai 937 juta lebih dari APBD Muratara. Namun Eko Mahendra selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan di lansir pada salah satu media online menyatakan “anggaran 937 juta tidak jadi digunakan alias silva karena saat akan uji kelayakan ternyata ada syarat yang belum bisa dipenuhi oleh pemerintah daerah”.

Febri RB, selaku pengamat kebijakan dan anggaran daerah di wilayah MLM menilai ada ke janggalan dalam kegiatan Bappeda Muratara judul kegiatan Pengembangan Inkubator Teknologi, Penelitian Dan Inovasi Daerah tahun anggaran 2019.

“Tahun 2018 sudah dianggarkan kegiatan tersebut senilai 287 Juta yang di gunakan untuk belanja pegawai dan belanja barang dan jasa. Intinya program ini berjalan sesuai rencana,” Kata Febri.

Melihat berjalannya kegiatan tersebut di tahun 2018, berarti pembuatan tempoyak masak dan dikemas dalam kaleng sudah dilakukan peneltian dan uji coba dan berhasil, termasuk persiapan-persiapan lainnya untuk mewujudkan inovasi yang telah direncanakan.

Inikan janggal, anggaran Pengembangan Inkubator Teknologi Penelitian Inovasi Daerah di tahun 2019 senilai 937 juta berhasil anggarkan dan telah disetujui DPRD dan Pemda Muratara. Namun tidak bisa terlaksana dan di silvakan karena tidak cukup syarat.

“Berarti anggaran 2018 sia-sia saja digunakan “ini program Gagal hanya menguras APBD saja,” ujarnya.

Febri RB menilai, penggunaan anggaran tersebut di tahun 2018 patut diduga menjadi bancakan oknum saja.

“Berdasar informasi yang didapat dari sumber terpercaya, bahwa anggaran senilai 937 juta pada tahun 2019 sebagian sudah terpakai dan sisanya disilvakan,” tutup Febri. (TIM)

Bagikan :
Kategori: Kabar Daerah, Musi Rawas Utara
author
Media independent yang menyajikan berita-berita terkini melalui media online yang sesuai fakta dan berintegritas. Berita - berita unggulan untuk menjadi konsumsi masyarakat Indonesia .
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "“Program Gagal” Diduga Anggaran Tempoyak Kuras APBD"