” Nol Besar ” Menyebar Selebaran Dengan Isu Murahan

0 388
Spread the love

Lubuklinggau, SRD – 

Konferensi Pers tim pemenangan NANSUKO di Jalan Patimura Kelurahan Sukajadi atas penyebaran selebaran kampanye hitam atau black champaign yang ditemukan bertebaran di Kota Lubuklinggau dalam masa pemilihan Wali Kota yang di ikuti tiga pasangan calon semakin memanas. Isu-isu sosial, ekomi, kesehatan dan pembangunan serta hujatan  kebencian semakin marak ditujukan kepada Wali Kota incumben, Rabu (16/5).

Tidak hanya di media sosial, selebaran kampanye hitam juga kian masif  ditemukan di Tiga Kecamatan seperti Kecamatan Lubuklinggau Timur I-II, Lubuklinggau Barat dan Lubuklinggau Selatan sangat menyudutkan salah satu paslon. Cacian hinaan untuk pasangan nomor urut 2 semakin gencar dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab.

Selebaran yang isinya menyudutkan pasangan NANSUKO membuat juru bicara tim kampanye NANSUKO Karim Antoni angkat bicara.

“Ada beberapa poin dalam selebaran tersebut yang sangat menyudutkan Pasangan nomor urut 2”, ungkap Karim.

Pertama isu Permasalahan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), PDAM sudah bermasah dari dulu sebelum Nansuko menjadi Wali Kota Lubuklinggau. Tetapi dizaman NANSUKO memimpin, Pemkot Lubuklinggau melakukan perbaikan pipanisasi secara bertahap di Kelurahan Jukung, Batu Urip dan Bengawan Solo. Dilakukan secara bertahap karena anggaran perbaikan PDAM memerlukan biaya yang besar berkisar lebih dari 13 M.

Kedua isu mahalnya iuran pemakaian air PDAM yang dirasakan warga. Padahal iuran sesuai standar yang digunakan masyarakat jika beban pemakaian air banyak maka beban yang ditanggung masyarakat juga tinggi.

Adalagi isu direktur PDAM masi ada hubungan keluarga dengan Wali Kota. Padahal yang bersangkutan diangkat menjadi Direktur PDAM karena memiliki kapasitas teknis. Sebelum menjadi direktur bekiau adalah pegawai teknis Propinsi Sumsel. Kemudian pindah ke Kota Lubuklinggau menjadi Direktur PDAM. Pengangkatan itu sudah sesuai teknis karena ia memiliki kapasitas.

Sambung Karim, tidak hanya permasalahan diatas,
selebaran tidak bertanggung jawab yang menyudutkan Paslon nomor urut 2 selalu berpoya-poya pada setiap kampanyenya. Padahal ini tidak dilakukan sang calon tetapi ini bantuan sukarela dari tim relawan NANSUKO yang menginginkan pasangan incumben melaju ke Jilid 2.

Selanjutnya Karim menghimbau kepada tim relawan dan masyarakat yang mendukung NANSUKO, jangan mudah terpancing dengan isu murahan yang dimainkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab,

“Menebar selebaran dengan isu murahan, gerakan basi dan tidak profesional. Seharusnya sebagai Kandidat jangan memakai orang-orang seperti itu hanya menambah beban biaya saja hasilnya nol besar”, pungkasnya. (Camiel)

Bagikan :
Kategori: Uncategorized
author
Media independent yang menyajikan berita-berita terkini melalui media online yang sesuai fakta dan berintegritas. Berita - berita unggulan untuk menjadi konsumsi masyarakat Indonesia .
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "” Nol Besar ” Menyebar Selebaran Dengan Isu Murahan"