Masyarakat Butuh Berita Tapi Bukan Berita Hoax

April 24, 2018
Spread the love

Lubuklinggau ~ SRD.NET

Pendidikan dan informasi yang disampaikan melalu media yang ada baik itu media masa, media elektronik, media Sosial dan online bukan berita hoax (palsu) yang mengakibatkan kegaduhan. Tetapi media hendaknya menyajikan berita yang benar- benar berimbang dan akurat tidak memuat berita ujaran kebencian. Kegiatan menangkal berita hoax dilaksanakan di aula Bhayangkara Polres Lubuklinggau. Rabu (14/03/2018).

 

Dalam kegiatan tersebut hadir Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar, Wakapolres Lubuklinggau Kompol Andi Kumara, mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, mewakili dandim 0406 MLM, serta perwakilan FKPD kota Lubuklinggau lainnya. Hadir juga sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, siswa dan Jurnalis kota Lubuklinggau.

 

Dalam kata sambutannya, H Ibnu Amin mengatakan berita bohong (Hoax) dan ujaran kebencian baru banyak muncul pada massa pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Ia mengatakan, dulu belum ada hoax atau berita kebohongan serta ujaran kebencian.

 

“Kejadian kecil di Lubuklinggau, saat ini misalnya dalam hitungan detik sudah menyebar keseluruh dunia. Seperti¬† situasi politik, dunia maya menimbulkan pertempuran. Berita-berita bohong dan ujaran kebencian dan yang bersifat adu domba, sangat dilarang dalam semua agama,” katanya.

 

Hal semacam ini menurutnya adalah sebuah penyakit baru di kalangan masyarakat. Maka dari itu, untuk menangkalnya, masyarakat harus diberikan ‘Imunisasi’ karena sangat merusak tatanan masyarakat Indonesia khususnya kota Lubuklinggau sendiri.

 

“Imunisasi yang kita berikan dengan ,menyampaikan kepada masyarakat bahwa jangan mudah mempercayai sebuah berita, terlebih yang berisi konten provokasi atau dapat menjatuhak orang lain. Karena berita hoax ada tujuan dan merupakan hal yang bisa digolongkan kriminal dan pasti akan ada orang yang dirugikan,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar menyampaikan bahwa fenomena berkembangnya tekhnologi saat ini, ada banyak peristiwa dengan adanya atau munculnya berita-berita bohong dilingkungan masyarakat.

 

“Hoax, dikenal sejak 2006 dan menjadi kosa kata baru dalam bahasa nettizen. Hoax meupakan pemberitaan atau informasi palsu utk mengakali pembaca atau pendengar untuk mempercayai sesuaitu padahal pembuatnya tahu bahwa itu palsu. Juga menggiring opini publik dan membentuk persepsi, itu tujuannya,” jelas Kapolres.(Adm.srd)

Bagikan :