Malaga Pembawa Petaka

Agustus 28, 2019
Spread the love

*Kapolres Release Tersangka Pembunuh Ipung

Lubuklinghau – Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono sampaikan release resmi terkait persoalan hukum Siska alias Aprianto alias Wahab terduga sekaligus tersangka pembunuhan Muhammad Ipung Effendi (Mak Ipung) pemilik salon kecantikan di jalan Yossudarso Kelurahan Taba Jemekeh Kota Lubuklinggau. Rabu (28/8).

Dalam release nya, AKBP Dwi Hartono menerangkan kronologis terjadinya pembunuhan terhadap Mak Ipung, berawal dari pertengkaran mulut antara tersangka Siska dan Mak Ipung (Alm) di pasar Impres Kota Lubuklinggau pada Kamis (22/8) kemarin.

Motif pembunuhan adalah sakit hati karena tersangka dimaki dengan kata-kata kasar (kotor). Kemudian tersangka (Siska) merencanakan pembunuhan dengan mengajak serta Dua (2) orang teman nya (buron) untuk menghabisi nyawa mak Ipung.

Jum’at dini hari, pukul 00 : 30 rencana pembunuhan dilakukan Siska CS dengan mendatangi rumah korban. Saat tiba dilokasi, pintu depan rumah korban tidak terkunci. Dengan mengendap-endap tersangka Siska masuk dan melihat Korban Ipung ketiduran dikursi depan televisi, sementara Dua (2) temannya (buron) masuk melalui pintu belakang.

Kronologis kejadian, korban Ipung, hidung dan mulutnya dibekap dengan menggunakan bius. Setelah tidak sadarkan diri tersangka dan Dua orang temannya membantu mengikat tangan dan kaki korban. Kemudian tersangka Siska memukul kepala korban menggunakan batu.

Selanjutnya Siska, menusuk korban dengan Tiga tusukan pada leher, dada dan perut korban menggunakan pisau dapur. Tusukan selanjutnya padaperut dan dada korban dilakukan oleh tersangka lainnya yang saat ini masih buron. Setelah eksekusi, tersangka Siska keluar lewat pintu depan dan tersangka lainnya keluar melewati pintu belakang rumah korban.

Berdasar informasi masyarakat, pasca kejadian tim Satreskrim Polres Lubuklinggau segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil olah TKP dan penyelidikan mengarah kepada Dua orang yang salah satunya tersangka Siska.

Senin malam pukul 22 : 00 siska di ciduk tim Satreskrim saat tengah menonton orgen tunggal (OT) di Kelurahan Tanjung Indah. Siska selanjutnya diamankan di Polres Lubuklinggau untuk dilakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan, tersangka Siska mengakui semua perbuatannya.

Berdasar pengakuan dan barang bukti (BB) Dua bongkah batu, Satu utas tali plastik warna putih dan Satu stel pakaian korban, tim penyidik menetapkan Siska sebagai tersangka dengan tuduhan pembunuhan berencana. Siska dijerat dengan pasal 338 junto 340 KUHP dengan ancaman minimal 20 tahun penjara, terang AKBP Dwi Hartono dalam release resminya.

Setelah penetapan tersangka terhadap dirinya, saat di wawancara, tersangka yang lebih dikenal dengan nama Siska Saranghaiyo mengungkapkan penyeselan nya.

“Kepada masyarakat saya menyesal dan meminta maaf atas pembunuhan ini”, kata Siska penuh penyesalan.

Sebelum ada nya rencana pembunuhan, Siska menceritakn, dirinya dan mak Ipung ada pertengkaran kecil didepan pasar Impres. Adu mulut ini menyebabkan mak Ipung mengeluarkan kata-kata “kotor” kepada Saya. Kata yang keluar dari mulut mak Ipung sangat menyakitkan hati, cerita Siska.

Setelah pertengakaran itu, Saya bertekat untuk menghabisi nyawa mak Ipung. Rencana pembunuhan pun direncanakan dengan mengajak Dua orang untuk membantu menghabisi nyawa mak Ipung.

“Saya sangat menyesal, Saya dibawah pengaruh minuman keras “Malaga”, cerita Siska sedih. (Camiel)

Bagikan :