Kisruh pembatalan Pemenang proyek 11,4 M, Teknis Atau Politis?

Spread the love

Muratara – Srd.net

Kisruh adanya pembatalan lelang proyek jalan simpang biaro dan rawas ilir sebesar Rp 11 ,4 Milyar di Kabupaten Musi Rawas Utara menjadi tanda tanya publik. Spekulasi analisa dari masyakat pun menjadi liar dan berbau politis menjelang tahun 2020. Senin (30/4)

Terlepas pemgakuan Kelompok Kerja (Pokja) III yang mengakui kesalahan dalam melakukan pembatalan pemenang proyek yang sudah dimenangkan oleh PT. Ahba Mulya. Beberapa pandangan masyarakat menyikapi persoalan pembatalan tersebut semakin tajam terkait politik pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Muratara mendatang.

Pihak Pokja III menerangkan “Pokja III akui salah dalam melakukan pembatalan proyek 11,4 M dikarenakan PPK kurang jeli dalam memeriksa berkas KAK. Setelah ada sanggahan baru sadar ada KAK yang harus diubah. Dari pada Pokja salah lebih jauh lebih baik proyek dibatalkan saja dan melakukan lelang ulang,” terang pihak Pokja.

Sementara menurut pihak PT Ahba Mulya yang merasa perusahaannya dirugikan mengatakan, pembatalan oleh Pokja sepertinya ada intervensi.

“Pembatalan yang dilakukan oleh Pokja III kuat dugaan ada tekanan kuat dari pihak tertentu sehingga PPK membatalkan lelang tersebut,” ujar Yopi.

Melihat banyaknya pemberitaan yang beredar, menurut aktivis dan pengamat berita di MLM (Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara) Andy Lala mengungkapkan analisanya bahwa pembatalan proyek tersebut erat kaitannya dengan politik 2020 mendatang.

“Saya menilai ini bukan hanya kesalahan yang telah di akui pihak Pokja. Namun ini bisa juga berkaitan dengan pihak keluarga Yopi yang santer ingin mencalonkan diri di periode mendatang,” ujar Andy.

Lanjutnya, ada pihak yang sengaja bermain pada isu politik untuk menekan agar proyek tidak dimenangkan oleh PT Ahba Mulya.

“Ini kesalahan teknis Pokja atau politis?,” duga Andy Lala..

Kita tahu saat ini berkembang isu kalau keluarganya Yopi mau mencalonkan diri menjadi Bupati atau Wakil Bupati di Muratara. Kemungkinan inilah yang menjadi dasar adanya pembatalan proyek tersebut.

“Kita tahu pihak yang ingin mencalonkan diri butuh modal besar. Jadi segala cara dapat dilakukan agar rival politik terbatas dalam mengumpulkan pundi-pundi untuk bertarung di 2020 mendatang,” tandas nya. (AC)

Bagikan :
Kategori: Uncategorized
author
Media independent yang menyajikan berita-berita terkini melalui media online yang sesuai fakta dan berintegritas. Berita - berita unggulan untuk menjadi konsumsi masyarakat Indonesia .
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kisruh pembatalan Pemenang proyek 11,4 M, Teknis Atau Politis?"