KEPEMIMIMPINAN NANSUKO LIMA TAHUN BUKTI KOMITMEN DAN KEBERHASILAN PEMBANGUNAN DAERAH

April 24, 2018
Spread the love

 

Suararakyatdaerah.net~Lubuklinggau~Melihat  kepemimpinan H.SN Prana Putra Sohe – Sulaiman Kohar (Nansuko) jilid pertama (2013-2018), Kota Lubuklinggau mengalami banyak perubahan diberbagai sektor pembangunan. Perubahan tersebut merupakan wajah baru kota Sebiduk Semare yang lebih maju, yang di kembangkan menjadi Linggau Bisa

Seperti Inclinator Bukit Sulap, Lapangan Merdeka disulap menjadi Lapangan Kurma mesjid Agung As-Salam, Bandara Silampari, berdirinya Hotel-hotel, berdirinya Pusat perbelanjaan, Taman Olah Raga Silampari, Temam dan lain-lain.

Ketua Tim Pemenangan Nan-Suko Edy Saputra, Rabu (18/4) dihadapan ratusan masyarakat kelurahan jawa kanan ss mengatakan bahwa setiap apa yang telah dilakukan dan di bangun oleh Nansuko pastilah ada manfaatnya untuk masyarakat kota Lubuklinggau, salah satunya Inclinator Bukit Sulap, selalu didesas-desus disebut tak ada gunanya untuk masyarakat Lubuklinggau yang hanya digunakan untuk kolega Nansuko saja.

“Untuk diketahui 5 Tahun sebelum Nansuko menjabat bukit sulap dijadikan tempat penambangan batu, untuk dibuat batu gilingan,” dan juga menjadi tempat pelarian tindak kejahatan , katanya.

Bayangkan kalau tidak ada pembangunan Inclinator di Bukit Sulap pasti masih banyak masyarakat mengambil batu-batu tersebut, satu hari diambil paling sedikit 50 batu gilingan kalau 5 tahun bila batu-batu diambil bayangkan Bukit Sulap akan terkikis, Bukit Sulap akan longsor.

“Saat ini saudara-saudara pengrajin batu sudah menjadi kelompok Sadar Wisata yang dibentuk oleh pemerintahan Nansuko, mereka dilatih untuk menjadi pengusaha sablon, pembuat sovenir dan berjualan di kios-kios, ada yang jual makan,ngojek untuk pengunjung Bukit Sulap dan mendapatkan manfaat ekonomi untuk menghidupi keluarganya,”jelasnya.

Selanjutnya Lapangan Merdeka dimasa Nansuko disulap menjadi Taman Kurma juga dianggap tidak ada manfaatnya menanam kurma dibilang menanam sawit, Alhamdulillah sekarang pohon kurma tersebut telah berbuah.

“Tapi bukan itu kegunaaannya bukan untuk mencicip buah kurma bila berbuah tetapi perlu diketahui waktu dulu masjid masih terpisah dengan Lapangan Merdeka, Azan di mesjid agung As-Asalam selalu berduet dengan acara musik di Lapangan Merdeka, kadang membuat bingung mana suara Azan dan mana suara Festival atau musik yang sering diadakan dilapangan tersebut, sekarang Alhamdulillah, suara Azan indah diikuti air terjun warna-warni,”katanya.

Lebih lanjut Edi Saputra mengatakan banyak berdirinya hotel-hotel, berdirinya pusat pembelanjaan yang besar, berdirinya Lapangan Terbang Silampari tidak mungkin tidak ada gunanya untuk masyarakat Lubuklinggau.

“Dengan berdirinya Hotel-hotel, pusat perbelanjaan, lapangan terbang, hal tersebut sangatlah bermafaat karena Ide Nan-Suko melalui anggota Dewan pendukung Nan-Suko telah merapkan perda Nomor 4 tahun 2016 bahwa 70 % tenaga kerja di perusahaan tersebut haruslah Tenaga Kerja orang Lokal yaitu orang Lubuklinggau dan Alhamdulillah saat ini masyarakat Lubuklinggau telah bekerja di perusahaan tersebut, jadi tidak mungkin pembangunan yang dilakukan oleh Nan-Suko tidak bermanfaat, untuk contoh pembangunan yang lain-lain kalau harus dijelaskan saya siap menjelaskan,”tutupnya. NSR/AFA

Bagikan :