Kabid “Kepsek Tidak Ikut Diklat Dana BOS Tidak Cair”

0 57
Spread the love

MUSI RAWAS, SRD.net

Booming nya pemberitaan pungutan liar di Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, Kepala Dinas, “Irwan Evendi berdalih tidak tahu mengenai adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) sebesar 3 Juta yang dilakukan bawahannya.

Irwan Evendi menjelaskan Pelaksanaan Diklat ini guna memenuhi persyaratan dari Permendikbud No. 06 Tahun 2018 tentang persyaratan kepala sekolah, yang wajib dilaksanakan April 2019. Jumat (15/3).

“Kepala sekolah harus sertifikasi, memiliki sertifikat dan memiliki Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) dari Lembaga Pembinaan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS).. “Ada lampu hijau dari bupati, usulan dibahas di DPRD kemudian dianggarkan Rp 732 Juta.

“Baca : Pungli Di Disdik Mura, Dimana Satgas Saber Pungli?

Lebih lanjut Irwan Evendi menjelaskan, tidak terpenuhinya syarat menjadi Kepala Sekolah akan berimplikasi pada hal-hal lain yakni proses keuangan dan operasional sekolah, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan laporan keuangan. Imbas lainnya tidak cairnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan tunjangan profesi para guru.

Untuk pelaksanaan Diklat penguatan sekolah dengan anggaran 732 Juta, Irwan mengungkapkan, setelah pendataan terdapat 282 kepala sekolah yang belum memiliki sertifikat. Hasil MoU dengan pihak LPPKS terdapat lampiran Rencana Anggaran Biaya (RAB) lebih besar dari yang diangggarkan padahal sudah dihitung berdasarkan Analisa Standar Biaya (ASB).

“ASB nya kita anggarkan 2, 6 juta, sementara RAB dari LPPKS mencapai 5 juta per peserta. Ada Tiga Opsi, yang pertama mengurangi volume atau jumlah kepala sekolah yang mengikuti Diklat, kedua melakukan sharing dengan meminta peserta agar memberikan distribusi atau opsi ketiga, kegiatan Diklat ini dibatalkan. Akhirnya Opsi kedua disetujui,” jelasnya.

Berbeda apa yang disampaikan oleh Kabid yang ada di Dinas Pendidikan “mereka (Kepsek) itu mengeluh karena di ancam jika tidak ikut diklat tidak bisa mencairkan dana BOS.

“Saya kaget, sebab tidak ada juknis yang mengaturnya. Untuk mencairkan dana BOS, “jangankan Kepsek, PLH pun bisa mencairkan dana BOS,” cakapnya.

Sambung sang Kabid, ini saya ketahui saat diajak rapat bersama dan mereka menolak karena jadwal berbarengan dengan diklat. Anehnya lagi menurut Kabid, anggaran kegiatan tersebut sudah di anggarkan tetapi Kepsek diminta untuk membayar.

Dengan nada kecewa Kabid lalu membdfi informasi yang ia terima, ada pihak diluar Disdik yang dilibatkan pada kegiatan diklat tersebut padahal di Disdik sendiri tidak kekurangan orang (staf), sampainya. (AC)

Bagikan :
Kategori: Kabar DaerahTag:
author
Media independent yang menyajikan berita-berita terkini melalui media online yang sesuai fakta dan berintegritas. Berita - berita unggulan untuk menjadi konsumsi masyarakat Indonesia .
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kabid “Kepsek Tidak Ikut Diklat Dana BOS Tidak Cair”"