Inspetorat Mura Tangani Kasus Sapi Distannak “Pidana Itu Rananya APH”

Spread the love

Musi Rawas – Kepala Seksi Pembibitan dan Produksi Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Musi Rawas akui kebenaran penjualan 10 ekor sapi oleh penggaduh tanpa seizin pihak Distannak. Minggu (18/8).

Modus penjualan 10 sapi bantuan Distanak diketahui setelah ditemukan adanya penurunan jumlah persediaan barang (Stock Opname) dari hasil audit BPK.

Tohirin selaku Plt Kepala Distannak Kab Mura mengatakan, kasus penjualan sapi tanpa izin dan tidak sesuai perjanjian terjadi sebelum OPD tersebut berganti nama dan fungsi nya.

“Penjualan 10 sapi oleh penggaduh Itu terjadi sebelum adanya Dinas Pertanian dan Peternakan, dahulu masih disebut Dinas Peternakan dan Perikanan (DPP). Sekarang DPP berganti nama Distanak”, sampai Tohirin.

Lanjut Tohirin, serah terima dari Dinas Perikanan ke Peternakan baru dilakukan pada bulan September 2018. Terkait kasus penjualan 10 ekor sapi, Distanak hanya menerima jumlah sisa yang masih ada saja, yang lain–lain tidak tahu, sampainya kembali.

Marzuki, selaku Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distannak) Kabupaten Musi Rawas juga membenarkan 10 ekor ternak sapi dijual oleh penggaduh tanpa izin.

“memang ada, tapi masalah itu sudah ditangani Inspektorat. Pihak penggaduh siap tanggung jawab mengembalikan kerugian, tapi belum ada laporan ke bidang peternakan,” Ujar Marzuki.

Sementara menurut LHP BPK, persediaan ternak sapi pada Distannak berpotensi disalahgunakan dan penjualan 10 sapi tanpa izin oleh penggadu (peternak) yang menyalahi perjanjian yang telah disepakati ini berpotensi merugikan daerah.

Bupati Musi Rawas menyatakan sependapat dengan hasil pemeriksaan dan akan menindaklanjuti sesuai rekomendasi BPK.

Febri RB selaku aktivis MLM menyayangkan alibi yang disampaikan Kepala Distanak Mura. “Tohirin selaku Plt Kadistanak semestinya tidak bisa lepas tangan begitu saja. Yang disebut di dalam LHP BPK itu kan dinas yang sekarang Dia pimpin (Distanak).

“Inikan terkait aset daerah yang hilang tanpa pertanggungjawaban berita acara dan harus segera di ganti atau dikembalikan. “rana hukumnya bisa penipuan dan penggelapan”, sebut Febri.

Selai itu, Febri jug menanggapi apa yang disampaikan Marzuki, selaku Kepala Bidang Peternakan.

“Walaupun persoalan ini sudah diserahkan kepada Inspektorat, tetapi unsur pidananya tetap pada rana APH”, ungkap Febri. (TIM)

Bagikan :
Kategori: Kabar Daerah, Musi Rawas
author
Media independent yang menyajikan berita-berita terkini melalui media online yang sesuai fakta dan berintegritas. Berita - berita unggulan untuk menjadi konsumsi masyarakat Indonesia .
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Inspetorat Mura Tangani Kasus Sapi Distannak “Pidana Itu Rananya APH”"