Bupati Musi Rawas Panen Raya Padi Varietas

Oktober 1, 2019
Spread the love

Suararakyatdaerah.net – Advertorial – Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan, melalui Program Agro Tecno Park (ATP) Panen Raya Padi Varietas Batan seluas 100 hektar bersama Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Anhar Riza Antariksawan, di Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (6/9/2019).

Hadir dalam kegiatan panen raya tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas, kepala Batan, perwakikan dari 17 Kabupaten dan Kota Sesumatera Selatan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan dan OPD lainnya, Kepala Desa Sekecamatan Tugumulyo, kelompok tani serta tamu undangan lainnya.

Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan mengatakan, panen raya pengembangan padi varietas di Musi Rawas bekerjasama dengan Universitas Musi Rawas (Unmura). Kerjasama ini dituangkan dalam kurikulum khusus di bidang pertanian BATAN program Agro Techno Park (ATP).

” Khususnya kepada para petani yang ada di Musi Rawas dan semua pihak yang terlibat dalam pengembangan padi ber teknologi nuklir, Pemkab memberikan apresiasi yang setingi-tingginya atas hasil panen raya tahun ini”, katanya.

Lanjut Bupati, upaya pemerintah dalam memajukan sistem pertanian di wilayah Mura terus digalakkan. Pemerintah saat ini sudah membangun irigasi di Kecaatan Lakitan, air irigasi nya sudah mengalir, namun irigasi ini belum diresmikan.” sebutnya.

Sementara, Kepala Batan, Anhar Riza Antariksawan menyampaikan, bahwa program ATP sudah dimulai dejak tahun tahun 2015 lalu, namun program ini belum berjalan dan masyarakat sangat antusias agar program ATP ini dapat terbentuk.

Program ATP adalah program pemerintah pusat. Saat ini sudah terbentuk di Tiga daerah, yakni, Kabupaten Polewali Mandar, Klaten dan Musi Rawas.

Kepala Dinas Pertanian, Tohirin mengatakan, di beberapa daearah saat ini tengah dilanda kekeringan, tetapi kita tetap bersyukur panen padi sawah kualitas Batan di desa G1 Mataram, hasil nya sangat signifikan.

“Hasil panen tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Berdasar hasil perhitungan dari 7,38 ton gabah kering/ perhektarnya. Setelah gabah digiling hasil beras perhektar mencapai 4,7 ton, tutup Tohirin. (Camiel).

Bagikan :