Anggota DPRD Mura Sesalkan Talud Desa Mambang Terbengkalai

0 124
Spread the love

Musi Rawas – SRD.net

Menyikapi jebol nya talud penahan tebing di Dusun Dua Desa Mambang Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas tahun 2017 dan direhab kembali pada tahun 2018 kembali ambrul. Anggota dewan Kabupaten Musi Rawas, Alamsyah menyesalkan runtuhnya talud tersebut akibat proses pengerjaan nya tidak sesuai seperti yang diharapkan masyarakat. Kamis, 07/02/2019.

Kondisi dilapangan, talud yang ambrul di Dusun Mambang ini tidak jauh dari kediaman Alamsyah anggota DPRD Kab. Musi Rawas. Anggota DPRD ini menyesalkan hingga saat ini talud terbengkalai belum diperbaiki kembali oleh Dinas PU CKTRP Kabupaten Musi Rawas. Pada hal talud penahan tebing itu sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Mambang khususnya.

“Proyek talud di Desa Mambang adalah proyek aspirasi yang ada di PU CKTRP kemudian ditunjuk atau di PL kan ke kontraktor yang kurang berpengalaman dibidangnya. Hasilnya belum berapa lama pengerjaan nya talud sudah mengqlami dua kali jebol”, kata Alamsyah.

Dituturkan Alamsyah, ambruknya talud dikarenakan pengerjaan pondasi talud tidak terlalu dalam, pada dinding talud tidak ada tilang penahan sehingga kekukatan talud untuk menahan beban material menjadi berkurang,

“Semestinya pihak PU CKTRP dalam hal ini Kadis Ristanto menunjuk kontraktor yang berpenglaman, tidak asal bangun saja”, ujarnya.

Keluhan disampaikan Yuni, ibu rumah tangga Ds. Mambang,mengungkakan bahwa saat ini masyarakat sekitar sangat mengeluhkan keberadaan talud tersebut sebab keseharian mereka beraktifitas di bawah talud yang ada ditepian dungai tersebut.

“Kami mandi dan mencuci di sekitar talud, kami sangat khawatir jika sisa bangunan talud tersebut ambruk kembali dan menimpa anak-anak atau warga yang sedang beraktifitas di tepian sungai ini”, ujar Yuni cdmas.

Himbauan Yuni kepada pemerintah Kabupaten Musi Rawas untuk segera merehap kembali atau talud tersebut di hancurkan atau dirobohkan saja karena dirinya dan warga sangat cemas dengan keberadaan talud atau dinding penahan tebing tersebut.

Hal sama diharapkan Wak Man, agar pemerintah segera membangun kembali talud penahan tebing atau dirobohkan saja dari pada membuat warga khawatir dan cemas.

“Robohkan saja kalau tidak dibangun kembali sebab warga yang mandi dan mencuci disekitar talud ini takut tertimpa reruntuhan beton talud”, katanya.

Menurut Wak Man jika pemerintah menyediakan anggaran kembali serahkan kepada pemborong yang memiliki kapasitas dibidang talud ini jangan asal bangun saja.

“Inilah akibat pemborong asal bangun saja, dan hanya mencari untung tidak memperhatikan kualitas bangunan”, celoteh Wak Man kesal.

Sementara, pihak Dinas PU CKTPR hingga saat ini belum dapat dihubungi, baik di kantor maupun via telepon, hal ini karena pihak PU CKTPR sangat tertutup dalam memberikan informasi kepada media. (TIM).

Bagikan :
Kategori: Uncategorized
author
Media independent yang menyajikan berita-berita terkini melalui media online yang sesuai fakta dan berintegritas. Berita - berita unggulan untuk menjadi konsumsi masyarakat Indonesia .
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Anggota DPRD Mura Sesalkan Talud Desa Mambang Terbengkalai"