Ancam Demo” Delapan Desa di Mura Keluhkan Pelayanan PLN,

Oktober 4, 2019
Spread the love

Suararakyatdaerah.net – Program Pemerintah Kabupaten Musirawas mencanangkan pemasangan KWH meter listrik gratis pada tahun 2018 hingga 2020 disambut baik oleh warga yang kurang mampu. Listrik sangat besar manfaat nya bagi masyarakat desa, khususnya Delapan Desa di Kecamatan BTS Ulu Kab. Musi Rawas. Jumat (4/10/

Sejak Dua tahun lalu hingga saat ini, masyarakat Delapan Desa di Kecamatan BTS Ulu yakni Desa SP4, SP5, SP6, SP7, SP8, SP9 dan Desa Sadu belum dapat menikmati keberadaan jaringan listrik secara normal. Parah nya, dalam bulan ini masyarakat 8 desa sangat merasakan gangguan jaringan listrik yang dikelola PT. PLN (Persero) ULP Muara Beliti UP3 Lahat UIWS2JB.

Marsidi warga Desa Mulyo Harjo mengatakan, sangat mengeluhkan pemadaman listrik yang dilakukan oleh PT. PLN (Persero) Wilayah Musi Rawas dalam Dua tahun ini.

“Saya dan warga desa lainnya juga desa tetangga sangat merasakan dampak pemadaman lampu oleh PLN. Pengeluaran kami bertambah besar, anak-anak tidak dapat belajar bahkan tidurpun tidak nyenyak karena banyak nyamuk”, katanya.

Tidak hanya itu, warga desa juga mengalami kerugian lainnya seperti alat ekektronik yang rusak, kurang informasi dan hiburan karena tidak bisa menonton acara televisi. Yang lebih parah lagi layanan telekomunikasi pun terganggu. “Ini sangat tidak adil dan sangat merugikan, desa kami seperti desa mati karena tidak ada penerangan, ujar Marsidi kesal.

Keluhan warga ini dibenarkan oleh Tiar selaku Kepala Desa Mulyo Harjo. Menurut Tiar, pemadaman ini sudah bertahun-tahun lamanya hingga saat ini pemadaman tetap saja terjadi.

“Sebenarnya masyarakat desa sudah lama mengadu kepada saya (Kades) untuk melakukan aksi demo ke PLN Musi Rawas. Namun saya tetap menenangkan warga untuk bersabar”, ucap Kades.

Lanjut Tiar, kami meminta kepada Pemerintah Musi Rawas dan PT PLN untuk memikirkan derita kami yang ada di desa. Jika pemadaman ini terus dilakukan, warga Desa Mulyo Harjo bersama desa-desa lainnya akan melakukan aksi demo ke PT PLN, tegasnya.

Hasil konfirmasi terhadap pihak PT PLN Wilayah Musi Rawas, Zera Fitrizon, melalui pesan whats app menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikan.

Menurut Zera, berdasarkan data pemadaman, memang di wilayah BTS Ulu ada pemadaman dalam bebarapa hari terakhir. Pemadaman disebabkan ada gangguan pohon tumbang yang mengakibatkan terputusnya penyaluran tenaga listrik, itupun perbaikannya langsung di kerjakan dengan hari dan malam yang sama.

“Kami selalu menginformasikan untuk kegiatan pemeliharaan yang harus dilkukan pemadaman. Namun untuk gangguan karena tidak bisa diprediksi kami berusaha segera diselesaikan dengan hari yang sama”, sampainya.

Lebih jauh Zera menjelaskan, mengingat hampir 80% jaringan listrik yang mensuply daerah tersebut melalui tanam tumbuh produktif masyarakat yang rawan tumbang/roboh. PT PLN telah melakukan himbauan ke masyarakat, baik melalui hinbauan dari Bupati ataupun petugas langsung ke lapangan agar merelakan petugas PLN yang akan membersihkan pohon yang mendekati jaringan listrik tersebut demi keamanan dan kehandalan penyaluran tenaga listrik.

“Terimakasih atas informasi yang disampaikan, ini masukan positif yang kami terima dan akan jadi evaluasi dan perbaikan pelayanan kedepannya”, tutup Zera.

Alasan yang disampaikan pihak PT PLN, di bantah oleh salah satu Kades yang warganya merasakan langsung pemadaman yang dilakukan pihak PLN.

“Pemadan terjadi akibat ada pohon tumbang merupakan alasan klasik”, ujar Kades yang tidak ingin namanya di publikasikan.

Sampainya, warga Delapan (8) desa di BITS Ulu sudah Dua (2) tahun ini merasakan pemadaman listrik. Pemadaman itu telah merusak peralatan elektronik dan alat rumah tangga milik warga selaku pelanggan PLN, katanya.

“Dalam bulan ini kami anggap pemadan listrik yang paling parah dilakukan pihak PLN. Sekecamatan BTS Ulu tiap hari selama 2 tahun ini terjadi pemadaman. “Dalam bulan ini sejak pagi listrik mati, masuk sore hingga megrib listrik baru menyala. Kemudian mati lagi, menjelang sire hidup kembali”, bantah Kades.

Sambungnya, pemadaman listrik yang kerap terjadi, jika dibanding-bandingkan dengan kewajiban masyarakat membayar tagihan listrik harus tepat waktu. Sebab, telat sehari, beresiko pemutusan aliran listrik pelanggan tanpa kompromi.

“Kami menghimbau kepada pihak PT PLN (Persero) Musi Rawas untuk segera menormalkan nya dan kami minta jangan ada pemadaman lagi. Jika keluhan ini tidak juga didengar dan direspon, maka kami bersama 8 desa yang ada di Kecanatan BTS Ulu akan melakukan aksi demo ke PLN. “Pernyataan ini tidak main-main, warga sudah cukup sabar”, tegasnya. (Camiel)

Bagikan :