Aksi Mahasiswa Bakar Ban Dijalan, Wakapolres Ajak Shalat Bersama

Mei 24, 2019
Spread the love

Suararakyadaerah.net – Lubuklinggau

Pelarangan oleh aparat Kepolisian yang menahan masyarakat hendak menyampaikan aspirasinya ke Jakarta pada Tanggal 22 Mei 2019 kemarin, salah satunya Polda Jawa Timur mencegah 1.700 massa yang akan berangkat ke Jakarta mendapat protes kerasa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Lubuklinggau dengan membakar ban mobil bekas di tengah Jalan Lintas simpang RCA, Lampu Merah Kota Lubuklinggau, Propinsi Sumatera Selatan. Jumat (24/5)

Kordinator aksi Riki Aji Pambudi dalam orasinya menuntut dan mengecam keras tindakan aparat kepolisian yang melarang masyarakat datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya (Rabu 22 Mei 2019).

  1. Mengecam tindakan refresif aparat keamanan Negara.
  2. Meminta TNI dan Polri menjaga kondusifitas keamanan Negara.
  3. Meminta Kapolri dan Menkopohulkam mengundurkan diri karena tidak mampu menjaga stabilitas Politik Hukum dan Keamanan Negara
  4. Mengecam aparat untuk tidak mencegah masyarakat yang hendak ikut turun aksi damai menuntut kedaulatan rakyat.
  5. Menyesalkan tindakan Pemerintah terkait penyampaian informasi melalui media sosial karena bertentangan dengan Undang-Undang nomor 39 tahun 1999.

Riki dalam orasinya juga meminta kepada aparat penegak hukum (APH) untuk memberikan jaminan perlindungan dan kepastian hukum bagi setiap warga negara yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum.

Aksi demo ini dijaga ketat oleh pihak kepolisan, dan aksi ini membuat keadaan lalulintas menjadi macet, karena mahasiswa juga melakukan aksi bakar ban ditengah jalan.

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Wakapolres Lubuklinggau Kompol Zulkarnain, turut berbaur bersama mahasiswa naik ke atas mobil pick up menyampaikan arahan dan penjelasannyan

Menurut Wakapolres, terkait unjuk rasa di Jakarta, Kepolisian telah melakukan pengamanan dari pagi hingga malam, kemudian terjadi pembakaran mobil, Polisi juga di lempari dengan menggunakan batu oleh pengunjuk rasa.

“Sesuai protap yang ada petugas Kepolisian memberikan peringatan, kemudian terjadi “chaos/kekacauan” pada aksi di Jakarta tersebut. Namun saat ini kejadian tersebut sudah ditangani oleh Mabes Polri dan kita percayaikan pada petinggi-petinggi disana,” jelas Wakapolres.

Lanjut nya, Kepolisian Kota Lubuklinggau tidak anti kritik, kami berterima kasih atas srmua kritikan yang disampaikan Mahasiswa Lubuklinggau. “Kritikan akan di sampaikan langsung ke atasan” dan kami juga mengajak adik Mahasiswa untuk menenangkan diri serta menjaga ketertiban dan kenyamanan di bulan Ramadhan ini.

“Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat Kota Lubuklinggau, ini bulan Ramadhan, sekarang sudah masuk waktu shaat Ashar. Ayo kita sholat Asar bersama,” pinta Wakapolres Zulkarnain disaat menenangkan aksi Mahasiswa.

Setelah mendengarkan dan mendapat penjelasan dari Wakapolres, Mahasiswa membubarkan diri untuk melaksanakn sholat Ashar bersama. (AC)

Bagikan :